Kamis, 16 Mei 2013

TEKNIS PENANAMAN ULANG TANAMAN KARET


Tanaman ulang karet
Berdasarkan kondisi muka lahan, persiapan lahan untuk tanaman  ulang karet terdiri dari dua cara, yaitu sistem mekanis dan sistem kimia.  Sistem mekanis dilakukan untuk areal yang bertopografi rata dan sistem kimia dilakukan untuk areal berbukit dan rendahan.
i Cara mekhanis
Persiapan lahan secara mekhanis meliputi land clearing, dan  pengolahan tanah. Pekerjaan pada land clearing adalah menumbang pohon, bongkar tunggul, merumpuk/mengumpul dan membersihkan sisa tanaman. Pekerjaan land clearing dilakukan dengan menggunakan traktor rantai. Setelah pohon karet ditumbang secara sistematis, searah dan tidak malang melintang, tunggul dibongkar sampai akarnya ikut terbongkar.  Semua tunggul yang telah terbongkar, cabang dan ranting dikumpulkan dengan traktor rantai dan selanjutnya disingkirkan ke luar areal. Sedapat mungkin pembakaran tidak dilakukan. Setelah selesai pekerjaan land clearing, dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah, mencegah perkembangan penyakit jamur akar putih serta menekan pertumbuhan gulma.  Urutan pekerjaan pengolahan tanah adalah sebagai berikut: Ripper I, Ripper II, luku I, luku II dan rajang.   Pada setiap selang pekerjaan tersebut dilakukan pekerjaan ayap akar. Ayap akar dilakukan secara manual dengan sistem giring. Ayap akar bertujuan untuk membuang sisa-sisa akar tanaman lama agar tidak menjadi inang penyakit jamur akar putih. Ripper l dan II dilakukan dengan kedalaman 45-50 cm, menggunakan alat Ripper yang ditarik dengan traktor rantai D.6 (atau yang sejenisnya). Interval waktu antara ripper 1 dan II adalah 15-21 hari dan ripper dilakukan menyilang tegak lurus dengan Ripper I, supaya akar-akar sebanyak mungkin terangkat ke permukaan tanah. Luku l dan II dikerjakan dengan menggunakan traktor ban, dengan lebar piringan luku minimal 25 inci, dan kedalaman pengolahan minimal 28 cm. Luku l dilakukan menyilang tegak lurus dengan arah luku l dan interval waktu 21 hari. Selanjutnya pekerjaan rajang atau meratakan tanah dikerjakan dengan traktor ban, menyilang tegak lurus terhadap arah luku II dan interval waktu antara luku II dan rajang adalah 21 hari.
ii   Cara kimia
Persiapan lahan secara kimia dilakukan pada areal bertopografi berbukit dan rendahan, di mana alat-alat berat tidak dapat masuk ke areal.
Urutan pekerjaan pada persiapan lahan secara kimia adalah menumbang pohon, merumpuk/mengumpul, meracun/melumas tunggul, mengimas dan menyemprot rumput/lalang. Pohon karet ditumbang pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah menggunakan chain saw. Penumbangan dilakukan secara teratur.  Seluruh sisa  batang, cabang dan ranting yang tidak dimanfaatkan dicincang dan dirumpuk secara teratur untuk memudahkan pembersihan areal. Sedapat mungkin tidak melakukan pembakaran. Pohon karet tua yang terserang penyakit JAP harus dibongkar sedalam 1 m dan lebar 2 m, kemudian tunggul disingkirkan ke luar areal. Segera setelah penumbangan pohon, dilakukan peracunan tunggul menggunakan lamtan garlon ( 10 cc garlon/ltr minyak solar). Peracunan tunggul dilakukan dengan mengoles larutan garlon pada sekeliling batang tunggul yang telah dikupas kulitnya terlebih dahulu. Kulit dikupas pada ketinggian 5 cm dari kaki gajah, dengan lebar pengupasan 15 - 20 cm di sekeliling tunggul. Peracunan bertujuan untuk mempercepat pelapukan tunggul. Mengimas dilaksanakan pada areal yang pertumbuhan gulma telah mencapai > 30 cm. Gulma dibabat secara merata dengan tinggi ^ 20 cm dan semua tumbuhan mengayu diimas dan dirumpuk. Penyemprotan rumput dilaksanakan 3 kali rotasi dengan interval penyemprotan 3 minggu, menggunakan herbisida kontak (a.l. Gramoxone) atau sistemik. Konsentrasi larutan herbisida yang digunakan adalah 0,3 dengan dosis 400 - 600 Itr larutan/ha pada penyemprotan I, 200 - 300 Itr/ha pada penyemprotan II dan 100-200 Itr/ha pada penyemprotan III.
Penyemprotan alang-alang dilakukan 2 rotasi dengan menggunakan herbisida sistemik (a.l. glifosat), konsentrasi 1. Dosis per hektar pada penyemprotan l adalah 4-6 liter (400 - 600 Itr larutan/ha) dan pada penyemprotan II 100- 200 Itr larutan per hektar. Penyemprotan dilakukan terhadap alang-alang berdaun muda.  Alang-alang berdaun tua terlebih dahulu dibabat dan disemprot setelah berdaun muda kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar